PERDAGANGAN – Hubungan antara manajemen tempat hiburan malam Brewzy Bar dengan sejumlah oknum tokoh pemuda di Kecamatan Bandar kini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Sorotan tajam mengarah pada Rifki dari Forum Pemuda Simalungun (FPS) serta Gilang, yang merupakan calon Ketua Karang Taruna Kecamatan Bandar.
Ketiganya dinilai memiliki kedekatan yang tidak wajar di tengah banyaknya keluhan warga terkait operasional diskotik tersebut. Muncul dugaan di lapangan bahwa organisasi kepemudaan yang seharusnya menjadi kontrol sosial, kini justru terkesan menjadi "mitra strategis" bagi pihak manajemen Brewzy Bar.
Kondisi ini sangat disayangkan oleh berbagai pihak. Sebagai tokoh yang membawa bendera organisasi besar seperti FPS, Rifki seharusnya lebih peka terhadap dinamika sosial di Perdagangan. Begitu juga dengan Gilang, yang saat ini sedang berupaya meraih simpati sebagai calon Ketua Karang Taruna Kecamatan Bandar.
"Sangat aneh jika tokoh pemuda dan calon pemimpin organisasi justru terlihat mesra dengan pengusaha hiburan malam yang sedang disorot masyarakat. Harusnya mereka yang paling vokal mengawasi, bukan malah terkesan dirangkul dan tutup mata," ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Publik kini mulai meragukan integritas mereka. Jika seorang calon pemimpin seperti Gilang sudah menunjukkan keberpihakan kepada pihak pengusaha hiburan sebelum terpilih, dikhawatirkan marwah Karang Taruna ke depan hanya akan menjadi tameng bagi kepentingan bisnis tertentu, bukan lagi untuk kepentingan sosial masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, baik pihak manajemen Brewzy Bar, Rifki (FPS), maupun Gilang belum memberikan keterangan resmi terkait isu kedekatan mereka yang kini mulai meresahkan warga Perdagangan dan sekitarnya